Kalimat Bijak :

Thursday, July 11, 2013

Pendahuluan (Perspektif agama katolik terhadap pelestarian alam dan perlindungan hutan1)


I. Pendahuluan 


Membincangkan upaya pelestarian alam dan industri hutan berarti kita sedang berbicara tentang peradaban bangsa manusia dalam memandang, memahami dan menempatkan kedudukan dan peran alam semesta dalam kaitannya dengan kehidupan manusia itu sendiri. Manusia mikrokosmos dalam kenyataannya hidup dalam dunia jagad besar makrokosmos. Keberadaan manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan namun keduanya bias dibedakan. Manusia dan alam jelas berbeda. Manusia sebagai homosapiens makhluk berakal budi yang menggunakan potensi-potensi alam untuk kelangsungan hidupnya dan alam menyediakan potensi-potensi/ kandungan dapat dimanfaatkan manusia dalam kelangsungan hidupnya. 

Yang sudah sedemikian rupa sejak awal jagan dara diciptakan oleh sang pencipta. 

Alam dan hutan merupakan anugerah sang Pencipta yang didalamnya mengandung unsur-unsur hayati dan potensi-potensi yang sangat diperlukan manusia dalam melangsungkan kehidupannya. Alam yang didalamnya terkandung material-material tambang dan beraneka macam tanaman dan hewan sungguh sangat besar memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Laut kita yang sangat luas yang didalamnya mengandung biota-biota baik tumbuhan dan berbagai jenis ikan setiap harinya menyediakan berjuta ton makanan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia sehingga kehidupannya sejahtera.

Betapa kaya rayanya tanah air kita sebagai anugerah Sang Pencipta untuk dapat kita manfaatkan, kita jaga dan kita lestarikan potensi-potensi alam yang ada dan perlu juga kita gunakan sehemat- hematnya supaya bisa dinikmati lebih lama oleh generasi-generasi yang akan datang.

Bagaimana kenyataan alam dan lingkungan saat ini?


Tidak ada diantara kita yang satupun tidak menyatakan bahwa kita sedang dihadapkan pada kenyataan bahwa alam dan hutan kita sedang mengalami kerusakan-kerusakan serius dan mengerikan karena ulah kita yang kurang bertanggung jawab. Barangkali bisa dikatakan bahwa saat ini merupakan saat yang tepat kalau kita dengan segala daya dan upaya mencoba menempuh jalan bagaimana alam dan hutan kita bisa dijaga dan dilestarikan. Sebenarnya tidak ada kata terlambat bagi siapapun yang memiliki sikap optimis untuk melakukan actions/tindakan nyata dalam menempuh upaya-upaya diatas.

Dengan harapan tindakan nyata oleh berbagai pihak dalam masyarakat dan pemerintah khususnya sebagai pengambil kebijakan dalam meregulasi dan mengatur secara optimal dan maksimal dalam hal penciptaan lingkungan alam dan perlindungan hutan demi terciptanya ekologi kehidupan yang lebih baik.




Artikel Terkait